Selasa(07/11),
pesantren mahasiswa al-Iqbal mengaji kitab Bidayatul Hidayah bersama ustadz
Slamet Santoso. Kajian Bidayatul Hidayah ini seharusnya dilakukan pada selasa
kedua setiap bulan namun karena tadi ada miss
communication antara ustadz Slamet dan Santri pesma yang bertugas untuk
mengonfirmasi ulang sehingga ustadz Slamet datang pada hari selasa pertama
akhirnya selasa pertama bulan Nopember ini berisi dua kajian yakni kajian
bahasa Arab dan kitab Bidayatul Hidayah.
Kajian Bidayatul Hidayah dimulai
setelah kajian bahasa Arab selesai dan alhamdulillah para santri masih
bersemangat untuk mengikuti kajian sehingga kajian pun dapat terlaksana dengan
baik. Kajian bidayatul hidayah kali ini membahas tentang tiga materi sekaligus
yakni tata cara mandi, tata cara bertayamum, dan tata cara pergi ke masjid.
Pertama, tata cara mandi. Dijelaskan
oleh ustadz Slamet Santoso dalam kitab Bidayatul Hidayah bahwa tata cara mandi
saat dalam keadaan junub adalah sebagai berikut :
1. Membasuh kedua tangan sebanyak tiga kali
2. Berwudlu dengan doa-doa yang telah diuraikan pada
materi tata cara berwudlu
3. Menyiramkan air di atas kepala sebanyak tiga kali
dengan disertai niat menghilangkan hadas junub
4. Menyiramkan air ke bagian badan sebelah kanan
sebanyak tiga kali dan sebelah kiri juga sebanyak tiga kali
5. Menggosok bagian depan dan belakang badan
6. Menyelah-nyelahi bagian rambut dan jenggot
7. Mengusahakan air dapat merata sampai ke
lipatan-lipatan tubuh, tempat-tempat tumbuhnya bulu baik yang tipis maupun yang
tebal.
Ketika
mengusahakan air merata haruslah dilakukan dengan berhati-hati agar tangan
tidak menyentuh kemaluan kalau memang tersentuh maka engkau harus berwudlu
lagi. Berwudlu yang dilakukan hendaknya dengan melakukan sunnah-sunnah wudlu
karena keutamaannya sangat banyak dan pahalanya sangat besar, serta
menyempurnakan amalan-amalan wudlu yang wajib.
Kedua, tata cara bertayamum.
Bertayamum menurut kitab Bidayatul Hidayah yang dijelaskan oleh ustadz Slamet
Santoso boleh dilakukan ketika dalam keadaan sebagai berikut:
1. Tidak dijumpainya air sesudah berusaha mencarinya
kesana kemari
2. Ada udzur karena sakit
3. Adanya halangan untuk bisa sampai pada tempat yang
terdapat air
4. Jumlah air hanya sedikit yang cukup untuk
menghilangkan kehausanmu atau kehausan keluargamu
5. Dikuasainya air oleh orang lain, dan dia tidak mau
menjual kecuali dengan harga yang amat mahal
6. Adanya luka atau sakit yang tidak boleh tersentuh
oleh air
Perlu diketahui
bahwa tayamum bisa digunakan untuk sekali shalat fardhu dan dapat digunakan
untuk beberapa kali shalat sunnah. Kemudian untuk tahapan pelaksanaan tayamum
hanya terbagi menjadi 2 tahapan yakni membasuh wajah dan membasuh kedua tangan
dengan debu suci yang telah dicari sebelumnya (yang tidak bercampur dengan
benda lain).
Ketiga, tata cara pergi ke Masjid.
Penjelasan tata cara pergi ke masjid dimulai dengan amalan yang seharusnya
dilakukan sebelum pergi ke masjid (waktu shubuh) yakni shalat sunnah fajar dua
raka’at. Kemudian baru menuju masjid dengan tenang dan tidak terburu-buru
sambil membaca doa yang artinya : “Ya Allah, saya mohon kepada-Mu dengan hak
orang yang meminta kepada-Mu dan dengan hak orang yang selalu mengharapkan
karunia-Mu dan dengan berkat perjalananku ini. Sesungguhnya saya keluar tidak
untuk melakukan kejahatan, tidak berlaku sombong, pamer atau supaya dikenal
orang. Tetapi saya pergi ke masjid ini semata-mata karena menjauhi
kemurkaan-Mu, dan demi keridloan-Mu. Saya mohon kepada-Mu agar engkau
menyelamatkan saya dari siksa neraka dan memaafkan semua dosaku. Sesungguhnya
tidak ada yang mengampuni dosa hamba kecuali Engkau”.
Demikianlah kajian Bidayatul Hidayah
yang dapat disampaikan oleh ustadz Slamet Santoso pada kesempatan kali ini.
Semoga dengan berbidayatul hidayah kita dapat menjadi semakin dekat dengan Sang
Pencipta dan akhirnya kita diperkenankan oleh-Nya untuk masuk ke dalam
surga-Nya. Aamiin aamiin Yaa Rabbal
‘alamiin. Bismillah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar